Dugaan Penyebab Banjir Bandang
Raditya menjelaskan, menurut BPBD Kabupaten Luwu Utara, penyebab banjir bandang salah satunya hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari terakhir.
“Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang. BNPB masih mengumpulkan data-data lapangan untuk menganalisis pemicu terjadinya banjir bandang tersebut,” katanya.
Terkait kondisi pandemi saat ini, Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah dengan kategori risiko rendah atau berada pada zona kuning.
Baca Juga : Banjir Luwu Utara, 10 Rumah Hanyut dan 213 Unit Tertimbun Lumpur
“BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk waspada dan cermat dalam prosedur penanganan warga terdampak pascabanjir, khususnya di tengah pandemi Covid-19,” tuturnya.
Baca Juga : Tim Forensik Diterjunkan Identifikasi Korban Banjir Bandang di Luwu Utara
(Erha Aprili Ramadhoni)