Bima menambahkan, layanan bus ini menjadi solusi utama mengurangi kepadatan di Stasiun Bogor jika belum ada kenaikan kapasitas penumpang dalam gerbong. Namun, tidak selamanya bus ini gratis.
"Tadi saya berbicara dengan pak Dirjen kita sepakat ini tidak bisa permanen, tidak mungkin semua gratis sudah ada survei juga jadi warga bersedia membayar tiket bus asal tidak terlalu tinggu tidak jauh dengan kereta dan kita akan mempercepat itu," jelas Bima.
Akan tetapi, rencana bus berbayar ini masih perlu pembahasan lebih lanjut untuk mempersiapkan hal-hal teknis lainnya termasuk menentuka harga tiket.
"Karena tidak mungkin selamanya gratis di sini dan selama belum memungkinkan ditambah kapasitas penumpang di dalam gerbong maka solusi bus berbayar ini menjadi solusi utama," tutupnya.
(Khafid Mardiyansyah)