Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Wisnu Yusep-Okezone
"CFD nya, sekarang gini, di warga kita ketemukan klaster baru, bukan rumahnya yang kita tutup. Nah kenapa? kita ketemukan kasus, kita akan ngejar, nyari (orang yang positif)," ungkap dia.
Ibarat orang yang berdagang kelontongan, kata Pepen, bukan warungnya yang ditutup, tetapi pemilik warungnya yang akan dicari.
"Jadi kalau ada sesuatu, itu bukan warungnya, bukan rumahnya, bukan institusinya yang kita cabut kita tracing, nah itu yang bener. Di pasar bukan pasarnya yang ditutup, penyakitnya yang dicari," jelas dia. (abp)
(Erha Aprili Ramadhoni)