Trump Tetap Konsumsi Hidroksiklorokuin, Obat Malaria yang Tak Efektif Atasi Covid-19

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 29 Juli 2020 09:13 WIB
Foto: Reuters.
Share :

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membela penggunaan obat malaria hidroksiklorokuin (HCQ) untuk merawat Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona baru. Pernyataan Trump itu bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh pejabat kesehatan publiknya sendiri.

Trump berpendapat bahwa penggunaan HCQ sebagai pengobatan Covid-19 ditolak hanya karena dia menyarankannya. Pernyataan itu disampaikan Trump setelah Twitter melarang putra sulungnya menggunakan platform mereka karena mem-posting klip yang mempromosikan hidroksiklorokuin.

Sejauh ini tidak ada bukti obat itu dapat melawan virus corona, dan regulator memperingatkan itu dapat menyebabkan masalah jantung.

BACA JUGA: FDA Cabut Izin Darurat Penggunaan Hidroksiklorokuin untuk Covid-19

Bulan lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan terhadap penggunaan HCQ untuk pengobatan virus corona, menyusul laporan "masalah irama jantung yang serius" dan masalah kesehatan lainnya. FDA juga telah mencabut izin penggunaan darurat obat itu untuk perawatan Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan "saat ini tidak ada bukti" bahwa itu efektif sebagai pengobatan atau mencegah Covid-19.

Studi yang ditugaskan oleh WHO, Institut Kesehatan Nasional AS dan peneliti medis lainnya di seluruh dunia tidak menemukan bukti bahwa hidroksiklorokuin, ketika digunakan dengan atau tanpa antibiotik azithromycin, seperti yang berulang kali direkomendasikan oleh Presiden Trump - membantu mengobati virus corona.

Hidroksiklorokuin pertama kali dipuji oleh Mr Trump pada Maret sehubungan dengan Covid-19. Pada Mei dia mengatakan telah mulai mengonsumsi obat tersebut meski belum terbukti.

BACA JUGA: WHO Setop Pengujian Hidroksiklorokuin, Obat yang Diminum Trump untuk Tangkal Virus Corona

Pada Selasa (28/7/2020) Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa "ketika saya merekomendasikan sesuatu, mereka suka mengatakan 'jangan gunakan itu.'"

"Saya hanya bisa mengatakan itu dari sudut pandang saya, dan berdasarkan banyak membaca dan banyak pengetahuan tentang itu, saya pikir itu (HCQ) bisa memiliki dampak yang sangat positif pada tahap awal.

"Aku pikir kamu tidak kehilangan apa-apa dengan melakukannya, selain dari segi politik sepertinya tidak terlalu populer," ujarnya sebagaimana dilansir BBC.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya