“Misalnya kita bisa lebih nice, kind dan passionate terhadap diri kita. Passionate itu misalnya kita hari ini bisa berbuat suatu hal yang produktif, kita harus memberikan reward kepada diri kita, apakah sebatang eskrim atau apalah. benar-benar mereward apa yang bisa kita lakukan hari ini,” imbuhnya.
Selain itu, Noriyu melanjutkan, dalam situasi seperti ini harus bisa bekerja dalam tim, saling membantu, menjadi komplementer dan saling empati. Menjalani hidup dengan optimistis dan penuh harapan dengan memandang masa depan secara lebih realistis. Yang tadinya memiliki mimpi tanpa tepi, karena ada pandemi ini harus menghitung kembali mimpi atau targetnya dengan keterbatasan yang ada.
“Masa depan ada, tapi masa depan yang dengan segala keterbatasannya, jadi kita harus merumuskan kembali cita-cita kita ke depan. Jadi jangan seperti tidak ada harapan, ada harapan, hanya berubah, jangan sampai kita sama sekali tidak punya hurupan. Mimpi-mimpi ada, tapi dibuat lebih realistis,” saran Noriyu.
(Khafid Mardiyansyah)