Kapasitas Penumpang Bus Dibatasi 50%, Harga Ongkos Berbagai Jurusan Meroket

Wisnu Yusep, Jurnalis
Kamis 30 Juli 2020 15:17 WIB
Terminal Induk Kota Bekasi (foto: Okezone.com/Wisnu)
Share :

BEKASI - Terminal Induk Kota Bekasi masih tetap memberlakukan kapasitas penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) 50%. Bus-bus yang beroperasi di Terminal Induk Kota Bekasi hanya dibolehkan mengankut penumpang setengahnya.

"Masih berlaku 50 persen. Tapi ada kebijakan penyesuaian tarif, penumpangnya ada naik ongkos. Penyesuaian tarif karena 50 persen itu. Tarif Primajasa naik 30 pesen," kata Kepala Unit Terminal Induk Kota Bekasi, Acim kepada Okezone, Kamis (30/7/2020).

Penaikan tarif itu, kata Acim, berlaku sejak awal mula armad bus AKAP kembali beroperasi satu bulan terakhir ini. "Jadi penaikan tarif ini sesuai karena kapasitas penumpang dikurangi," beber dia.

 

Sementara terkait dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, tarif seperti Po bus Primajasa tidak menaikan harga.

"Jadi bukan penaikan karena hari raya, penaikanya karena kapasitas penumpang yang dikurangi," ungkap dia.

Sementara pengurus Po Primajasa Wawan menegaskan, pada H-1 Lebaran Idul Adha aktivitas penumpang masih normal.

"Dari H-7 sampai saat ini belum, hanya saja penumpukan karena jumlah kapasitas penumpang dikurangi. Masih normal," ungkap dia.

Pihaknya sejauh ini belum menyedikan bus cadangan bila terjadi penumpukan penumpang. Bus yang dikerahkan ke wilayah Jawa Barat masih sesuai dengan hari biasa.

"Kalau pun ada, mungkin kita sudah menyiapkan. Karena untuk saat ini masih terlihat normal," bebernya.

Sementara terkait dengan tarif perayaan Hari Raya Idul Fitri, pihaknya masih menyesuaikan dengan tarif di masa pademi virus corona.

"Penaikanya saat pademi saja, kalau untuk hari raya ini normal. Seperti Bekasi-Cirebon-Kuningan yang ekonomi shit 3-2 Rp 95.000-Rp112.000 dan yang bisnis RpRp112.000-130.000," kata dia.

Pengamatan Okezone di Terminal Induk Kota Bekasi, aktivitas pemudik berbagai tujuan masih normal. Penumpang berbagai tujuan pun tidak terlihat adanya lonjakan secara signifikan.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya