MELBOURNE - Negara bagian Victoria di Australia telah menyatakan keadaan bencana dan memberlakukan tindakan penguncian baru setelah mengalami lonjakan infeksi virus corona.
Di bawah aturan baru, yang mulai berlaku pada Minggu (2/8/2020) pukul 18:00 itu, penduduk Ibu Kota Negara Bagian Melbourne dikenakan jam malam. Akan ada pembatasan lebih lanjut pada kemampuan penghuni untuk meninggalkan rumah.
Jam malam diterapkan di Melbourne mulai pukul 20:00 hingga 05:00 waktu setempat. Satu-satunya alasan yang diizinkan untuk meninggalkan rumah selama jam-jam tersebut adalah bekerja, perawatan medis atau memberi perawatan.
BACA JUGA: Sepekan Lebih di-Lockdown, Kasus Covid-19 di Melbourne Tetap Tinggi
Penduduk Melbourne hanya akan diizinkan berbelanja dan berolahraga dalam jarak 5 km dari rumah mereka. Olahraga di luar rumah hanya akan diizinkan selama satu jam pada suatu waktu.
Hanya satu orang per rumah tangga yang diizinkan berbelanja kebutuhan pokok sekaligus.
Pada Kamis (6/8/2020) pembatasan di Victoria akan diperketat dengan restoran, kafe, bar, dan pusat kebugaran diperintahkan untuk tutup mulai Rabu sebelum tengah malam.
Australia relatif lebih sukses daripada banyak negara lain dalam menangani Covid-19, tetapi jumlah kasus di Victoria mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.
Negara bagian terpadat kedua di Australia itu sekarang menjadi penyebab banyak infeksi baru Covid-19 di Negeri Kanguru. Kondisi itu mendorong pemerintah Australia kembali memberlakukan pembatasan Covid-19 pada awal Juli.
BACA JUGA: Australia Catat Rekor Tertinggi Kasus Covid-19
Namun, Pada Minggu, Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengatakan langkah-langkah itu berhasil tetapi terlalu lambat.
"Kita harus lebih keras. Ini satu-satunya cara kita mencapai sisi lain dari (kondisi) ini," katanya kepada wartawan sebagaimana dilansir BBC. Dia menambahkan bahwa aturan baru akan tetap berlaku sampai setidaknya 13 September.
Pada Minggu, Victoria melaporkan 671 kasus virus corona baru dan tujuh kematian. Peningkatan itu membawa total kasus menjadi 11.557 infeksi dan 123 kematian.
(Rahman Asmardika)