JAKARTA - Fenomena pekerja anak sebagai pedagang asongan merupakan masalah yang kompleks dan masih terjadi sampai saat ini. Padahal di usia anak-anak, merupakan usia yang seharusnya fokus untuk bersekolah selain sangat rentan mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi seksual.
Berangkat dari keprihatinan terhadap situasi ini, Polwan Polda Nusa Tenggara Barat dan Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) berinisiasi untuk merangkai kegiatan bakti sosial dalam rangka hari jadinya di Kawasan Wisata Mandalika dengan melibatkan segenap pemangku kepentingan untuk menyatakan bersama penghapusan pekerja anak di kawasan Mandalika.
Hal itu dilaksanakan dalam acara peringatan Hari Jadi Polisi Wanita ke 72 tahun 2020 dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-68 tahun 2020.
“Kegiatan ini berawal dari keprihatinan Polwan Polda NTB terhadap masih banyaknya pekerja anak yang terindikasi mengalami eksploitasi ekonomi oleh orang-orang terdekat dan mereka rentan mengalami tindak kekerasan dan eksploitasi seksual,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Artanto dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (16/8/2020).
Dia mengakui, tidak mudah untuk menghapus pekerja anak di kawasan wisata yang kini mendunia itu. Namun dengan dukungan semua pihak diyakini dia akan dapat berhasil sepenuhnya.