KARANGANYAR - Beragam cara dilakukan masyarakat yang tinggal di Lereng Gunung Lawu untuk bisa ikut merayakan HUT Ke-75 RI.
Seperti yang dilakukan masyarakat Gentungan, Mojogedang, Karanganyar ini misalnya. Meski digelar dengan cara sederhana, jalannya upacara yang dilakukan tepat di tengah sawah berlangsung hikmah.
Berdasarkan pantauan Okezone, dengan menggunakan pakaian tradisional Jawa zaman penjajahan, baik tua maupun muda, begitu semangat mengikuti upacara pengibaran bendera merah putih.
Usai upacara, para warga tak langsung kembali ke rumah. Layaknya karnaval, warga bergerak bersama menuju sebuah lembah yang telah disulap menjadi pasar jadul atau pasar tempo dulu.
Tak heran, bila ingin membeli sesuatu seperti aneka jajanan pasar, seperti pisang gapit, gabin tape hingga sayur mayur, mata uang rupiah tak berlaku di pasar jadul ini.
Mereka harus menukarkan terlebih dahulu uang yang mereka miliki untuk mendapatkan uang gobon (mata uang era Majapahit) atau koin.
Untuk Rp10 ribu, mereka akan mendapatkan lima koin mata uang gobon.
Mulyono yang juga koordinator Wisata Lembah Dongde, Desa Wisata Gentungan, Mojolaban, mengatakan upacara proklamasi di tengah sawah ini memang sengaja dilakukan untuk kembali mengajak para petani mengikuti upacara.
Pasalnya, rata-rata para petani ini sudah lama tak mengikuti upacara. Cara ini diharapkan bisa kembali membangkitkan rasa nasionalisme di para petani.
"Ide dasarnya itu kan para petani ini sudah lama tidak pernah ikut upacara. Mungkin mereka ikut upacara sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah saja. Jadi upacara ini ditujukan untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme para petani," tutur Mulyono, Senin (17/8)2020).
Sementara untuk pasar jadul yang kembali dihadirkan ini, Mulyono mengatakan untuk mengembalikan kenangan tersendiri bila pasar kuno itu pernah eksis di Indonesia.
Baca Juga : Ratusan Petani Gelar Upacara HUT Ke-75 di Hutan
"Pasar jadul ini kembali dihidupkan karena pasar jadul ini bagian tak terpisahkan dari kemerdekaan RI," tuturnya.
Baca Juga : HUT Ke-75 RI, KAI Daop I Bentangkan Bendera Dalam Rangkaian Kereta Api
(Erha Aprili Ramadhoni)