Penny mengungkapkan, peneliti dari Unair maupun sponsor dalam hal ini TNI AD dan Badan Intelijen Negara (BIN), bersedia merevisi hasil uji klinik obat yang dinilai belum valid. Oleh sebab itu, masih ada proses yang harus ditempuh pihak pemohon sebelum mendapatkan izin edar.
"(KSAD) kami laporkan semalam, beliau sangat mendukung untuk memperbaiki yang diperlukan, sehingga uji klinik akan dilanjutkan dan akan mendapatkan hasil yang valid," ucap Penny.
Sekadar informasi, Unair mengklaim telah menemukan obat untuk penyakit virus corona (Covid-19). Obat baru itu merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat.
Di luar negeri ada tiga obat yang ampuh dan mujarab untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Lalu, tiga jenis obat tersebut diracik atau dijadikan menjadi satu oleh Unair. Penelitian obat ini didukung oleh TNI AD dan BIN.
(Abu Sahma Pane)