Antisipasi Lahan Sawah yang Terus Berkurang, Kementerian PUPR Segera Fungsikan Irigasi Lhok Guci, Aceh Barat

Yaomi Suhayatmi, Jurnalis
Rabu 02 September 2020 09:48 WIB
Foto : Dok.Kementrian PUPR
Share :

“Pembangunan pengamanan pantai sekarang sudah memasuki tahun ke 6. Umumnya pengaman pantai kontruksinya dengan tetrapod yang kehandalannya lebih kuat terhadap gelombang. Karakteristik materialnya beton, interlocking saling mengikat sehingga air laut masih bisa masuk kesela-sela tetrapod tapi energi sudah direndam,” jelas Fardhianti.

Selain menghadapi masalah abrasi dan banjir rob yang seringkali terjadi, di kawasan pantai ini juga terkendala dengan tranpor sedimen pasir sehingga memerlukan strategi khusus dalam penangannya.

”Kita lakukan galian sangat dalam di bagian protection untuk antisipasi laju sedimen pasir, semua pasir di bagian kaki lalu kita pasang geotek, batu boulder sehingga ketika dihantam badai pasirnya udah habis, bangunan tetap tidak turun. Kita mencegah bangunan kita turun, kita juga jaga levelnya lebih tinggi dari bagian lain, sehingga ketika badai gak over topping, ketika abrasi dia masih stabil,” jelas Arifiansyah, PPK Sungai dan Pantai III (Pantai) SNVT PJSA Sumatera I.

Pembangunan pengamanan pantai sekarang sudah memasuki memasuki pembangunan tahap ke-6 tersebut menghabiskan anggaran sebesar ± Rp150 M.

“Kami sudah mengajukan anggaran MYC (Multi Years Contract) kembali dan sudah mendapatkan lampu hijau mudah-mudahan bisa segera direalisasikan mengingat kondisi alam sangat cepat sekali berubah, jangan sampai kelanjutan pembangunan yang sudah berjalan menjadi tertunda dan justru akan menmbulkan masalah lain,” harap Fardhianti.

Dengan kelancaran anggaran dari Pemerintah Pusat tersebut, diharapkan pembangunan infrastruktur yang telah berjalan dapat dilanjutkan untuk pemanfaatan sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri salam rangka mendukung ketahanan pangan dan air secara nasional, menargetkan pembangunan 500.000 hektar irigasi dan merehabilitasi 2,5 juta hektar jaringan irigasi mulai tahun 2020 hingga 2024 mendatang.

Target ini untuk mendukung salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin yakni peningkatan kuantitas/ketersediaan air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR telah membangun banyak bendungan di berbagai daerah dan selanjutnya akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian. Diharapkan dengan meningkatnya produktivitas pertanian, juga dapat membantu pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki.

CM

(Yaomi Suhayatmi)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya