JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memberikan bocoran dalam rencana paket kebijakan dalam perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase.
Salah satu paket kebijakan tersebut yakni pemberian bantuan mulai kebutuhan pokok untuk warga hingga insentif pajak bagi pelaku usaha di Ibu Kota.
"Lengkap paketnya. Satu adalah bagi mereka yang membutuhkan kebutuhan pokok ada bantuan untuk kebutuhan pokok. Kedua, adalah insentif untuk pajak yang kita berikan terutama bagi usaha-usaha yang bisa menahan agar tidak terjadi pemberhentian karyawan," kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (7/9/2020).
Mantan Mendikbud itu menambahkan, paket kebijakan dalam perpanjangan PSBB transisi tersebut juga akan menyasar pada sektor perizinan usaha di DKI Jakarta.
Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta akan mempermudah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) untuk mendapatkan izin. Harapannya, kata dia, agar UMKM bisa mendapatkan akses permodalan dengan mudah.
Anies menambahkan, pihaknya akan menjemput bola dalam memberikan izin kepada UMKM sehingga paket kebijakan tersebut bisa membantu dunia usaha dan masyarakat.
"Kita menggenjot pemberian izin kepada pelaku ekonomi, UMKM supaya mereka bisa mendapatkan akses kredit dengan cara kita jemput bola memberikan izin. Jadi bukan mereka mengajukan izin tapi kita mendatangi dan memberikan izin. Dengan begitu mereka punya permodalan," tukasnya.
Sebelumnya, Anies mengatakan bahwa DKI telah menyiapkan satu paket kebijakan dalam perpanjangan PSBB transisi di Ibu Kota yang akan berlangsung keenam kalinya pada Rabu 9 September 2020.
Anies belum bersedia merinci seperti apa paket kebijakan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa paket kebijakan tersebut akan disampaikan pada peralihan perpanjangan PSBB transisi fase I.
"Kita sedang menyiapkan 1 paket kebijakan, jadi bukan masing-masing item. Tapi satu paket bersamaan dengan nanti berakhirnya siklus PSBB kita. Karena siklus PSBB kita akan berakhir tanggal 9 dan saat itu kita akan sampaikan paket kebijakan untuk fase berikutnya," kata Anies.
(Awaludin)