MALANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pengenalan setiap pasangan calon di Pilkada Serentak 2020 dilakukan dengan memanfaatkan multimedia termasuk media sosial (medsos).
Hal ini perlu digalakkan guna mencegah terjadinya kerumunanan massa. Kerumunan sendiri merupakan salah satu faktor pemicu peningkatan penyebaran virus corona (Covid-19).
Oleh karena itu, Khofifah pun meminta para penyedia provider internet untuk memaksimalkan kualitas jaringan guna mendukukun penggunaan multimedia atau siaran virtual dalam pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020.
"Dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, mengenali visi misi dan prototipe dari figur yang mengikuti kontestasi, tentu masyarakat membutuhkan koneksitas internet yang cukup," ujar Khofifah saat berada di Kota Malang, Selasa pagi (8/9/2020).
Mantan menteri sosial tersebut juga mengingatkan sekarang bukan saatnya mengerahkan massa Pilkada Serentak.
Baca Juga: Selain Pendaftaran, Ini 3 Tahapan Pilkada Serentak yang Rawan Pelanggaran Protokol Kesehatan
"Di Jawa Timur ada 19 kabupaten kota yang sedang pilkada. Total dari kabupaten kota ada 38, 50 persennya sekarang siap-siap Pilkada," tutur perempuan kelahiran Surabaya ini.
"Format pertemuan dengan rapat umum, tidak dimungkinkan dalam jumlah besar. Meskipun pada saat kemarin, pendaftaran, ada juga yang ribuan massa tidak bisa dibendung, mereka mengantarkan kandidatnya," tambahnya.
Di Jawa Timur sendiri hingga Selasa 8 September 2020 pagi terdapat 35.941 kasus positif Covid-19, 28.389 orang dinyatakan sembuh, 4.976 orang menjalani perawatan, dan 2.576 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sedangkan jumlah pasien suspek 9.293 orang, 756 orang berstatuskan probable Covid-19.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Ajukan Cuti Pilkada, Khofifah: Sudah Saya Tanda Tangani
(Abu Sahma Pane)