Ragam Pandangan Epidemiolog soal Puncak Pandemi Covid-19 di Jakarta

Muhamad Rizky, Jurnalis
Kamis 10 September 2020 07:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair), Laura Navika Yamani masih meragukan anggapan bahwa DKI Jakarta dalam waktu dekat akan memasuki puncak pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Laura, penambahan kasus positif baru yang signifikan tidak bisa menjadi acuan puncak pandemi. Sebab, jika tidak diiringi penanganan yang memadai bukan tidak mungkin kasus positif akan terus bertambah.

"Belum tentu. Jika tidak intervensi yang berarti, maka kasus akan bertambah dan yang dikhawatirkan fasilitas kesehatan kita tidak mampu menampungnya," kata Laura kepada Okezone, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga: Kebijakan Rem Darurat DKI Jakarta Dimulai Senin 14 September 

Laura mengatakan, penambahan kasus akan selalu terjadi jika masyarakat masih abai kepada protokol kesehatan dan lemahnya penanganan Covid-19. Karena itu, kuncinya ada pada bagaimana penanganan dilakukan serta kepatuhan masyarakat.

Zita menambahkan, puncak pandemi corona baru bisa dipastikan ketika adanya data yang menunjukkan kasus positif turun secara stabil. "Dikatakan puncak ketika kasus sudah mulai melandai atau menurunnya stabil " tandasnya.

Sementara itu, Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman memiliki pandangan yang berbeda. Menurut dia Jakarta sudah mulai memasuki puncak pandemi Covid-19. Bahkan, Dicky memprediksi puncak Covid-19 di Jakarta bakal terjadi pada akhir bulan ini hingga pertengahan Oktober 2020.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya