Soal Politik Uang, PPATK Peringatkan Paslon Bukan Sinterklas

Riezky Maulana, Jurnalis
Jum'at 11 September 2020 13:31 WIB
Kepala PPATK Dian Ediana Rae (Foto: Felldy Utama)
Share :

JAKARTA - Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae meminta masyarakat agar bersikap lebih kritis jika ada pasangan calon (paslon) menggunakan politik uang guna meraup banyak suara. Hal itu akan menghasilkan Pilkada yang tidak berintegritas.

"Kalau ada intervensi uang, misalnya ada serangan fajar, dan kalau saat pemilihan justru dipengaruhi uang ini yang tidak akan menghasilkan pemilihan umum yang benar. Nah sekarang, ketika mengeluarkan uang segitu banyak kan orang seharusnya curiga," kata Dian dalam Podcast PPATK bertajuk "Jangan Sampai Uang Hasil Kejahatan Beredar di Pilkada 2020, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga:  Jelang Cuti Pilkada, Petahana Cenderung Gencar Usulkan Mutasi Jabatan PNS

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika seorang paslon mengeluarkan uang untuk membeli suara, dapat dikritisi apa yang akan dilakukan orang tersebut ketika sudah berhasil menduduki jabatan sebagai kepala daerah. Menurutnya, pasangan calon tersebut bukan lah Sinterklas yang membagi-bagikan uang tanpa maksud tertentu.

"Misalnya bagi-bagi uang, masing-masing dapat Rp100 ribu atau Rp200 ribu satu orang, berapa miliar atau bahkan puluhan miliar yang mereka habiskan. Rakyat seharusnya dapat berpikir rasional, ketika dia mengeluarkan uang segitu banyak ya apa yang akan dia lakukan? Apa dia akan seperti sinterklas membuang-buang uang begitu saja, ya tentunya kan tidak," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya