Erick Thohir Harap 2022 Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi Massal

Muhamad Rizky, Jurnalis
Jum'at 11 September 2020 14:49 WIB
Ketua Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Erick Thohir (foto; Dok BUMN)
Share :

JAKARTA - Ketua Tim Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir mengatakan pemerintah mendorong untuk penemuan vaksin merah putih atau buatan dalam negeri untuk bisa dipercepat.

Erick mengatakan saat ini vaksin merah putih yang dikembangkan oleh sejumlah konsorsium yang dipimpin Lembaga Eijkman, Balitbangkes Kemenkes, Bio Farma, dan beberapa perguruan tinggi menjadi salah satu bagian prioritas untuk dapat ditemukan.

"Dari informasi yang didapat insya Allah kalau bisa uji klinis tahap I, II, dan III berjalan di tahun depan (2021) sehingga tahun 2022 kita bisa produksi vaksin merah putih ini," kata Erick saat memberikan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-63 Universitas Padjadjaran yang disiarkan langsung, Jumat (11/9/2020).

Menurut Erick Indonesia tidak boleh bergantung terus terhadap vaksim luar yang sudah dilakukan kerjasama. Karena itu menurutnya vaksin merah putih harus didorong dengan cepat.

“Tidak mungkin kita bergantung hanya pada vaksin yang kita kerja sama karena itu kita harapkan ada vaksin merah putih,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN itu juga mengatakan bahwa Indonesia akan mendapatkan 30 juta dosis vaksin di akhir tahun ini. Bahkan kata Erick, pada 2021mendatang Indonesia diperkirakan mendapat 300 juta dosis vaksin corona atau Covid-19.

"Jadi kurang lebih InsyaAllah di akhir tahun ada 30 juta, di tahun 2021 ada 300 juta," ujarnya.

Erick merinci jutaan vaksin tersebut didapat dari hasil kerjasama Biofarma dan Sinovac jika hasil uji klinis tahap III dilaksanakan dengan baik. Selain itu juga atas kerjasama antara Uni Emirat Arab (UAE) dan Kimia Farma.

Namun demikian kata Erick, meski akan mendapatkan ratusan jita dosis vaksin tersebut, Indonesia masih kekurangan vaksin sebab setiap individu membutuhkan dua kali suntikan vaksin.

"Sebagai catatan, dari total yang kita dapatkan ini bukan berarti kita sudah secure (aman) semua untuk seluruh rakyat Indonesia, karena dari 330 juta (vaksin) ini masing-masing individu perlu dua suntikan, jadi ini baru 170 juta rakyat Indonesia (yang tercover vaksin)," tandasnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya