Sementara itu, beberapa pengguna Twitter meminta tweet awal yang menyatakan produk Nutella tidak halal untuk dihapus, agar tidak ada kebingungan lebih lanjut.
Yang lain meminta perusahaan itu untuk mempelajari lebih lanjut tentang diet halal dan menyalahkan karyawan yang menjalankan akun media sosial Nutella karena kurang "pengetahuan yang tepat" untuk menjawab pertanyaan semacam itu secara otoritatif.
This is a typical example of a company's social media account answering a question they don't have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. https://t.co/elpAG7ftT1
— Mohammad Zaheer (@mzaheer88) September 14, 2020
This is a typical example of a company's social media account answering a question they don't have proper knowledge about. They could have said Nutella are not halal certified. I think companies in the UK are much more educated about halal labelling than the US. https://t.co/elpAG7ftT1
— Mohammad Zaheer (@mzaheer88) September 14, 2020
"Ini adalah contoh khas dari akun media sosial perusahaan yang menjawab pertanyaan yang tidak mereka ketahui", tulis seorang pengguna. Selain itu, tanpa mengetahui apa pun tentang makanan mana yang cocok untuk diet halal," kata seorang pengguna. Dia mengatakan, pengelola akun Nutella seharusnya menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan Nutella tidak bersertifikat halal.
Pengguna lain mengatakan dia berharap ada "undang-undang internasional yang melarang perusahaan cokelat yang memberikan fatwa" dan bertanya kepada produsen selai cokelat apakah menurutnya itu adalah "dewan sarjana Muslim yang baru untuk cokelat?".
(Rahman Asmardika)