Berkat Program SP3T Kementan, Petani Pati Diuntungkan

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 21 September 2020 10:57 WIB
Foto : Dok.Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI
Share :

PATI - Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya sebatas meningkatkan produksi pangan khususnya padi, namun juga hingga menjamin agar harga jual yang diperoleh petani pada posisi tinggi agar menikmati keuntungan. Oleh karena itu, penanganan pascapanen yang baik harus dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, salah satunya melalui pembentukan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T).

Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) lahir atas dasar keprihatinan, karena selama ini petani padi banyak yang tidak menikmati hasil panennya secara maksimal dan banyak dijual dalam bentuk gabah kering panen. Untuk itu Kementerian Pertanian berikan bantuan alsintan seperti combine harvester, vertical dryer, RMU, dan mesin packing.


Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Pati Purwanto, petani di Desa Kepuhkencono, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati mendapat bantuan SP3T komplit. Mulai dari alat tanam, alat panen sampai alat pascapanen.

“Para petani yang tergabung di Gabungan Kelompok Tani Fortuna, telah bisa melayani permintaan beras seperti apa saja karena alat sudah tersedia dari Kementan,” ucap Purwanto pada saat Tim Humas Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berkunjung ke tempat SP3T Gapoktan Fortuna Desa Kepuhkencono Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.

Zamzuri Ketua Gapoktan Fortuna mengatakan, sangat amat terbantu dengan bantuan SP3T dari Kementerian Pertanian ini. “Setelah mendapat bantuan ini efektifitas pengelolaan lebih cepat. Yang biasanya petani membutuhkan waktu yang lama untuk pengolahan,“ jelasnya.

Lebih lanjut Zamzuri menceritakan bahwa untuk harga sebelum punya alat ini harga perkilonya Rp7500 sekarang menjadi Rp8400 perkilo nya, dan untuk satu hari bisa menghasilkan 5 ton dan hanya membutuhkan satu orang tenaga kerja saja.

“Untuk biaya penggilingan sampai menjadi beras dalam kemasan yaitu Rp300 untuk petani yang datang dari daerah lain. Tapi untuk daerah sini hanya Rp250 perkilonya,“ ucap Zamzuri. Dengan adanya alat ini Kelompok Tani dan masyarakat sekitar daerah sini bisa terbantu harga jualnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya