JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai mini lockdown lebih efektif dalam menekan angka penyebaran virus corona di Indonesia. Konsep tersebut diharapkan dapat diterapkan pemerintah daerah.
Terkait hal itu Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani mengatakan, usulan mini lockdown sulit diterapkan di Indonesia. Sebab mini lockdown lebih ke arah komunitas.
“Tapi kalau mini lockdown kita bicara komunitas. Komunitas itu lebih luas ya dan besar,” ujar Laura kepada Okezone di Jakarta, Minggu (3/10/2020).
Laura menekankan, mini lockdown sebaiknya dapat diterapkan di klaster yang sudah bermunculan kasus Covid-19 baik di perusahaan ataupun pabrik. Sebab diyakininya hal itu akan berjalan secara efektif.
“Tapi kalau di perusahaan atau pabrik itu lebih mudah dan lebih logis ya,” katanya.
Ia pun mencontohkan mini lockdown yang sudah diterapkan. Salah satunya adalah klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat yang berada di Jawa Barat.
“Di klaster Secapa itu kemudian tidak dilakukan interaksi ke luar masuk ke daerah itu dan saya rasa cukup efektif. Jadi dipetakan saja klaster mana saja dan kalau bisa dilakukan lockdown ya mini lockdown saja,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)