Menyusul pembebasan Pétronin, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis mengatakan dia merasa "sangat lega" dan "senang mengetahui dia bebas".
"Kepada pihak berwenang Mali, terima kasih," katanya dalam cuitan di Twitter.
Angkatan bersenjata Mali dan internasional telah berjuang menghadapi menahan pemberontakan militan Islam di utara negara itu yang muncul pada 2012.
(Rahman Asmardika)