Ini 3 Produsen Vaksin yang Dipakai Pemerintah Indonesia

Riezky Maulana, Jurnalis
Senin 19 Oktober 2020 12:55 WIB
Foto: Illustrasi Shutterstock
Share :

JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 dimulai pada pada bulan November, dan Desember 2020 dengan menggunakan tiga vaksin dari Tiongkok. Adapun tiga vaksin tersebut yaitu Sinovac, CanSino, dan Sinophram.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan, alasan dipilihnya tiga vaksin tersebut dikarenakan mereka telah meneyelesaikan uji klinis fase tiga, dan mendapatkan izin penggunaan dari otoritas kesehatan Tiongkok.

Untuk Sinovac sendiri, kata Yuri, mereka telah berhasil melakukan uji klinis di beberapa negara, antara lain Brasil.

"Vaksin yang diproduksi oleh Sinova dan Sinovac ini adalah perusahaan vaksin Cina, yang sudah menyelesaikan uji klisis fase tiga di beberapa tempat. Di Brasil sudah selesai, di Cina sudah selesai," kata Yuri dalam konferensi pers virtual, Senin (19/10/2020).

 

Yuri menjelaskan, Sinovac memberikan komitmennya kepada Indonesia untuk memberikan sekira total 3 juta juta vaksin. Proses vaksinasinya, akan dilakukan selama dua tahap.

"Sinovac telah memberikan komitmen kepada indonesia untuk membeli vaksin dalam bentuk sudah jadi, sebanyak dua kali pengiriman. Rencana awal akan dikirim 1,5 juta vaksin, kemusian di bulan Desember 1,5 juta vaksin," tuturnya.

"Kalau kita lihat karakteristik Sinovac adalah dual use. Jadi satu orang disuntik dua kali, vaksin dasar, 14 hari kemudian booster. Maka angka dua kalu satu setengah juta ini bisa digunakan menyuntik satu setengah juta orang untuk dua kali pengiriman," imbuhnya.

 

Vaksin kedua, lanjut Yuri, yaitu Sinopharm. Perusahaan BUMN milik Tiongkok itu pun telah melakukan uji klinis fase tiga di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Turki, serta Tiongkok sendiri.

"Sinopharm sudah memberikan komitmen ke kita, dia dual use juga, untuk bulan desember bisa mengirimkan 15 juta dosis. Artinya kalau dia penyuntikannya dua kali maka bisa digunakan 7,5 juta orang," ucapnya.

Kemudian, untuk vaksin CanSino, Yuri menjelaskan, memberikan kesanggupan untuk mengirimkan vaksin ke Indonesia sebanyak 100.000. Menurutnya, metode CanSino berbeda ketimbang dua vaksin di atas yang menggunakan dual use, akan tetapi, CanSino hanya single use saja.

"Kesanggupannya adalah 100.000 dosis. Sehingga kalau di total pada bulan November dan Desember kita sudah mendaparkan kepastian ketersedian untuk digunakan vaksinasi bagi 9,1 juta orang," tuturnya.

Hingga saat ini, Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kata, Yuri sedang memastikan kehalalan daripada vaksin kepada ketiga produsen vaksin tersebut. Selain itu BPOM, juga tengah mengurus izin emergency use (penggunaan darurat).

"Semuanya akan selesai kira-kira itu di akhir bulan Oktober, setidaknya minggu awal November kita sudah mendapatkan kepastian tentang keamanan dalam terminologi kita. Aman dalam aspek manfat dan akibat yang dikeluarkan oleh BPOM dan aman dalam aspek kehalalan yang dikeluarkan oleh Kemenag dan MUI," ungkapnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya