JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, momentum pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi bangsa Indonesia seharusnya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kemajuan bangsa lewat berbagai lompatan inovasi.
Seperti halnya di sektor pendidikan, lanjut Muhadjir, rencana digitalisasi sekolah yang sudah dirancang pemerintah untuk beberapa tahun ke depan justru dapat terealisasi lebih cepat berkat upaya menjawab tantangan menghadapi situasi pandemi.
“Meski target secara kualitatif hasil pendidikan di Indonesia masih harus dikoreksi, namun kondisi pandemi telah memaksa digitalisasi sekolah berjalan lebih cepat,"ujar Muhadjir dalam keterangan persnya, Senin (26/10/2020).
Menurut Muhadjir imbas pandemi Covid-19 membuat sistem belajar yang sebelumnya bertatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Ia pun berharap dengan adanya inovasi tersebut dapat membuat Indonesia menjadi semakin maju.
"Inovasi seperti ini bisa menjadi batu loncatan bagi kita untuk mewujudkan negara Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Di sisi lain, Muhadjir menuturkan percepatan digitalisasi di sektor pendidikan sekaligus memberi kesempatan bagi pemerintah untuk mewujudkan target Indonesia Emas pada 2045.
Pasalnya, lanjut mantan Mendikbud itu, Indonesia ditaksir bakal menghadapi bonus demografi dengan jumlah usia produktif yang mendominasi.
"Ingat, kalau kita gagal memanfaatkan momentum bonus demografi, yang kita panen bukan bonus tapi malapetaka demografi. Jadi hikmah yang ada sekarang harus kita manfaatkan betul," beber Muhadjir.
Selain di sektor pendidikan, Muhajir memaparkan di sektor kesehatan pun banyak perubahan besar dilakukan terutama dalam perkembangan di unit fasilitas layanan. Mulai dari penambahan jumlah RS Rujukan yang total saat ini per bulan Oktober sudah mencapai 845 dari sebelumnya bulan April hanya ada 429.
Selain itu, kenaikan jumlah tempat tidur di RS, keberadaan ventilator, hingga fasilitas laboratorium untuk uji spesimen juga meningkat secara signifikan. Tak dipungkiri ada peningkatan lantaran sejak wabah Covid-19 mulai melanda pada Maret lalu.
"Jadi selain di sektor pendidikan, terobosan besar-besaran juga terjadi di sektor kesehatan. Seperti pesan presiden, kita harus memanfaatkan momentum yang tidak bagus, musibah ini, untuk kepentingan yang lebih baik," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)