Bangun Nasionalisme, Kemensos Salurkan Bantuan Rp1,2 Miliar ke Eks Napi Terorisme

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Senin 02 November 2020 21:16 WIB
Mensos Juliari Batubara. (Okezone/Isty Maulidya)
Share :

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan dana bantuan sosial untuk keluarga eks terorisme dan radikalisme senilai Rp1,2 miliar kepada 80 eks narapidana terorisme (napiter) yang tersebar di 8 provinsi di Indonesia.

Mewakili Menteri Sosial Juliari P Batubara, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos, Sunarti, menjelaskan pemberian bantuan ini untuk mendorong agar mereka dapat menjalankan fungsi sosialnya kembali di tengah masyarakat, dengan memulai usaha.

"Ini bagian dari stimulus untuk penguatan secara psikososial kepada mereka dan ekonomi keluarganya agar bisa kembali berada di tengah masyarakat dengan nyaman dan mampu mengembangkan bakat dan usahanya," kata Sunarti dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/11/2020).

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo kepada Menteri Sosial Juliari untuk mengambil bagian dalam penanganan eks napiter, yang oleh Kemensos dimasukkan dalam kelompok Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP), yang dirujuk kepada Kemensos dan dilaksanakan secara bersinergi dan melibatkan berbagai pihak.

Selain itu, Sunarti mengungkapkan, bantuan itu juga ditujukan untuk memberikan penguatan nasionalisme dan upaya deradikalisasi melalui penguatan ekonomi.

"Kita bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan sinergi, salah satunya melalui identifikasi dan rekomendasi data dari BNPT kepada Kemensos yang dituangkan dalam MoU antara Kemensos dan BNPT No 1 tahun 2018, dengan salah satu tujuannya mengembalikan fungsi sosial eks napiter melalui pemberian bantuan sosial keluarga eks terorisme dan radikalisme," tuturnya.

Pemberian bantuan sosial keluarga eks terorisme dan radikalisme berupa modal usaha ini, kemudian dapat dilanjutkan dengan pendampingan sosial yang berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat bantuan, EM (41) mengaku senang dengan bantuan yang diberikan pemerintah karena bantuan ini dapat digunakan untuk memulai hidup baru.

"Bantuan ini saya gunakan untuk mengembangkan usaha jualan martabak. Alhamdulillah sekarang saya bisa menghidupi keluarga dan kembali ke masyarakat," ujarnya.

Ia sangat merasakan manfaat bantuan yang diterima dari Kemsnsos dan mengutarakan niatnya untuk mengembangkan usahanya untuk membuka cabang. "Saya jadi punya modal dan ingin membuka baru lagi jadi lebih gampang," tuturnya.

Dengan bantuan tersebut, ia bisa melengkapi varian rasa martabaknya sehingga menambah banyak pelanggan. "Dulu karena menunya sedikit jadi yang beli hanya 20 sampai 30 orang. Kalau sekarang karena menunya banyak saya tambahin jadi nambah omset, pembelinya bisa 100 orang," katanya.

Baca Juga : Ribuan Ahli Waris Korban Tsunami Sulteng Terima Sisa Santunan Rp24,3 Miliar

Bapak empat anak ini menuturkan bahwa penghasilannya meningkat, yang semula 200 sampai 300 ribu, sekarang kalau malam minggu bisa dapat sampai 800 ribu sampai satu juta.

Ia mengaku tidak akan merepotkan negara dan akan membantu negara, minimal untuk dirinya dan keluarga dengan mengembangkan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga : Ikut Upacara Sumpah Pemuda, Ini Pesan Eks Napi Terorisme

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya