Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Miris! Pelajar Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Mensos Buka Suara

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |23:31 WIB
Miris! Pelajar Samarinda Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Mensos Buka Suara
Pelajar meninggal karena sepatu kekecilan (Foto: Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

JAKARTA — Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan, perlu pembenahan penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Hal itu ia tegaskan menyusul kasus meninggalnya siswa SMK di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemerintah menyadari masih adanya persoalan dalam distribusi bansos di lapangan.

“Jadi memang kita selama ini menyadari ada bansos yang tidak tepat sasaran,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (5/5/2026).

Gus Ipul menjelaskan pemerintah telah memiliki instrumen untuk memperbaiki persoalan tersebut melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang diterbitkan melalui Instruksi Presiden. Data tersebut menjadi acuan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan.

“Maka itulah kemudian Presiden menerbitkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sebagai alat ukur kita untuk melihat apakah keluarga tersebut layak atau tidak layak menerima bansos,” ujarnya.

Gus Ipul mengakui, dari hasil pengukuran yang dilakukan masih ditemukan kesalahan dalam penyaluran bansos, baik berupa inclusion error maupun exclusion error. Artinya, ada warga yang berhak namun tidak menerima bantuan, sementara yang tidak berhak justru mendapatkannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement