Irjen Napoleon Minta Tambahan Rp7 Miliar untuk Petinggi, Polri: Berarti Dia Mengaku Terima Suap

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Rabu 04 November 2020 07:02 WIB
irjen Napoleon Bonaparte. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Dalam persidangan terbaru Djoko Tjandra terungkap pernyataan eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte, soal uang tambahan Rp7 miliar untuk petinggi. Polri menyayangkan pernyataan tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Irjen Napoleon masih keukeuh membantah menerima uang suap. Namun, lewat pernyataan terbarunya, secara tidak langsung dia mengakui telah menerima uang suap terkait penghapusan Red Notice.

"Jadi yang bersangkutan itu tak ngaku dari awal, kalau sudah itu kan berarti mengaku (menerima suap), gitu loh, paham," kata Awi, Jakarta, Rabu (4/11/2020).

Dalam fakta persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkap adanya permintaan uang tambahan oleh Irjen Napoleon Bonaparte untuk menghapus nama Djoko Tjandra dari Red Notice. 

Irjen Napoleon Bonaparte disebut meminta uang Rp7 miliar untuk menghapus nama Djoko Tjandra di DPO, dari yang sebelumnya dipatok hanya Rp3 miliar. 

Awi memastikan bahwa, dalam proses BAP, tidak ada pengakuan Napoleon soal adanya permintaan uang tambahan tersebut. 

Baca juga: Terungkap! Irjen Napoleon Minta Tambahan Suap untuk 'Petinggi Kita'

"Bukan (BAP), kan pengakuannya (Napoleon) kalau kemarin saya tanya penyidik, katanya tak ada. Tapi begini, JPU itu berhak memeriksa ulang, kalau memang ada sesuatu yang belum jelas, diperiksa bisa, tapi dari penyidiknya saya tanyakan begitu," ujar Awi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya