Dijelaskan Jonny, pihaknya telah berupaya untuk memediasi persoalan tersebut. Bahkan, Pangdam sendiri telah memerintahkan Danrem 161/WS Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya serta Dandim 1622/Alor Letkol Inf Supyan Munawar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan sebaik-baiknya, akan tetapi laporan yang diterima Pangdam bahwa Bupati Alor menutup diri.
"Sehingga tiada lain, tiada bukan, hal ini harus diselesaikan secara hukum. Upaya hukum itu dilakukan sebagai pembelajaran ke depan agar sebagai pejabat publik untuk tidak melakukan atau mengeluarkan kata-kata dan tindakan yang tidak pantas," kata Jonny mengutip perkataan Pangdam.
Dia memastikan, sampai saat ini Polda NTT telah memproses kasus tersebut pada tahap penyidikan. Para saksi pun telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
(Fahmi Firdaus )