Namun, Sri menegaskan, bahwa pemberian EUA harus menunggu dari hasil uji klinis selesai agar vaksin Covid-19 benar-benar aman untuk digunakan.
“Maka dengan label darurat karena pandemi atau yang kita sebut analisis ad interim yaitu tujuh bulan dari uji vaksinasi yang terakhir. Dan disitu kita bisa menilai berapa tingginya antibodi yang dihasilkan oleh vaksin itu. Kemudian setelah enam bulan kita lihat lagi berapa dia mencegah penyakitnya,” jelasnya.
Sri juga mengungkapkan, bahwa vaksin diperlukan segera untuk menurunkan kurva Covid-19. Apalagi, katanya saat ini gelombang pertama Covid-19 di Indonesia masih belum selesai. Padahal di negara-negara lain seperti Eropa sudah memasuki gelombang kedua.
“Tetapi karena kita butuh cepat, karena puncaknya itu, gelombang wave itu belum tercapai. Orang lain sudah menunggu gelombang kedua, kita gelombang pertama saja belum sampai puncak. Ini kita harus mencari teknologi apa supaya ini landai kembali. Nah inilah pengadaan vaksin harus segera,” jelas Sri.
(Awaludin)