Bolsonaro: Tangani Covid-19, Brasil Harus Berhenti Jadi Negara Homo!

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 11 November 2020 18:35 WIB
Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: Reuters)
Share :

BRASILIA – Presiden Brasil Jair Bolsonaro pada Selasa (10/11/2020) menuai kritik karena mengatakan kepada rakyatnya untuk tidak menangani Covid-19 seperti "negara homo", sebuah pernyataan kontroversial terbaru dari pemimpin sayap kanan itu terkait pandemi.

Bolsonaro, yang terus menerus menganggap remeh pandemi virus corona membuat pernyataan tersebut selama pidato berbelit-belit di istana kepresidenan di mana ia juga tampaknya mengancam Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden.

BACA JUGA: Diuji Ulang, Presiden Brasil Kembali Dikonfirmasi Positif Covid-19

"Semua yang dibicarakan orang akhir-akhir ini adalah pandemi. Kita harus menghentikannya," kata Bolsonaro dalam pidatonya sebagaimana dilansir AFP.

"Saya menyesali kematian (akibat Covid-19). Sungguh. Tapi kita semua akan mati suatu hari nanti. Tidak ada gunanya melarikan diri dari kenyataan. Kita harus berhenti menjadi negara homo.... Kita harus menghadapinya dan bertarung. Saya benci hal-hal homo seperti ini."

Pernyataan itu adalah yang terbaru dalam daftar panjang komentar kontroversial Bolsonaro tentang pandemi. Dia mengutuk "histeria" seputar Covid-19, membandingkan penyakit itu dengan "flu ringan" dan menegaskan bahwa sistem kekebalan orang Brasil begitu kuat sehingga mereka bisa berenang di limbah mentah dan "tidak terinfeksi apa-apa".

BACA JUGA: Gara-Gara Hutan Amazon, Presiden Brasil Ingin Trump Menang

Dia juga memicu kontroversi dengan kecaman terselubung kepada Biden, yang telah membuatnya marah dengan mendesak pemerintahannya untuk lebih melindungi hutan hujan Amazon. Bolsonaro, seorang pendukung setia Presiden Donald Trump, adalah di antara sedikit pemimpin dunia yang belum memberi selamat kepada Biden atas kemenangan pemilihannya, yang belum diterima Trump.

"Baru-baru ini, seorang kandidat presiden terkemuka mengatakan jika saya tidak memadamkan kebakaran hutan di Amazon, dia akan menjatuhkan sanksi perdagangan terhadap Brasil," kata Bolsonaro, yang tampaknya mengacu pada komentar yang dibuat Biden selama debat pertamanya dengan Trump pada September.

"Bagaimana Anda menghadapi hal semacam itu? Diplomasi saja tidak berhasil.... Anda harus memiliki bubuk mesiu. Anda tidak harus menggunakannya. Tetapi mereka harus tahu Anda memilikinya."

Komentarnya langsung memicu protes dari para kritikus.

"Antara 'mesiu' dan 'homo', kami memiliki lebih dari 160.000 orang tewas di negara ini," kata Pimpinan Majelis Rendah Kongres, Rodrigo Maia dalam cuitan di Twitter.

"Solidaritas kami untuk semua teman dan keluarga korban Covid-19."

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya