Dikutip Japan Times, pada Juli lalu, Putra Mahkota Jepang Fumihito, 54, mengatakan dia tidak tahu apakah pernikahan putrinya akan dilangsungkan.
Berita itu muncul beberapa minggu setelah sang ayah secara resmi dinobatkan sebagai yang pertama di garis Chrysanthemum Throne di Jepang.
Sebagai informasi, hukum kekaisaran Jepang mengharuskan seorang putri untuk meninggalkan keluarga kerajaan setelah menikah dengan orang biasa.
Sebelumnya, bibi Putri Mako, Putri Sayako, menjadi anggota kerajaan terakhir yang dicopot statusnya ketika dia menikah dengan seorang pejabat kota Tokyo pada 2005 silam.
(Amril Amarullah (Okezone))