Dengan jerih payahnya tersebut, Budiono mampu mengantongi omzet perbulan sebesar Rp 50 juta. Untuk pemasaran sendiri, Budiono baru dapat memanfaatkan jaringan lokal saja. Di bawah binaan Pertamina, dirinya berharap dapat mengembangkan jaringan pemasarannya tersebut. “Menjadi binaan Pertamina, saya ingin meningkatkan volume produksi dan memenuhi kebutuhan pangan lokal di wilayah timur Indonesia ini,” katanya.
Pjs. Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengapresiasi bisnis yang dijalani Budiono. Menurutnya, usaha dibidang pangan merupakan salah satu usaha yang sangat perlu didukung. “Selain itu, Bapak Budiono juga juga mengedepankan usaha berbasis sociopreneur karena memberdayakan pekerja lokal dan suplier kecil,” tutur Heppy.
Pertamina juga akan membantu usaha yang dijalani Budiono dan UMKM binaan lain untuk naik kelas menjadi UMKM unggul dan mandiri. Sehingga tetap dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan membantu kemandirian ekonomi. ”Ini sebagai implementasi Goal 8 Sustainable Development Goals (SDGs). Diharapkan dapat membantu masyarakat mendapat pekerjaan yang layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Heppy
CM
(Yaomi Suhayatmi)