Selain itu, ada pula karangan bunga yang berisi agar polisi tak takut dalam menindak aksi-aksi kejahatan jalanan dan premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Apalagi, preman yang berkedok agama sebagaimana yang dikirimkan oleh Pemuda Alawiyyin.
Lalu, ada pula karangan bunga yang berisi agar Kapolda Metro Jaya melanjutkan kasus-kasus yang belum terungkap selama ini. Bahkan, kasus chat mesum yang melibatkan pimpinan ormas pun diminta dilanjutkan.
Misalnya saja karangan bunga yang dikirimkan oleh Kak Ema bertuliskan, Kapolda Metro Jaya yang ganteng dan tegas, jangan lupa dong kasus cabul si pentolan dilanjutkan.
(Awaludin)