“Dia tidak suka makanan kita. Dia lebih suka makan pisang. Dia tidak tahu apa-apa, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Yang dia lakukan hanyalah lari. Ketika dia melihat orang, yang dia lakukan hanyalah lari dari mereka. Ke mana pun dia berlari, aku harus mengejarnya. Dalam seminggu penuh kita bisa menempuh 230 kilometer,” terangnya di film dokumenter itu.
“Jika saya tidak mengikutinya, dia mungkin tidak akan kembali ke rumah,” ujarnya.
“Dia selalu merumput seperti binatang. Dia selalu kabur,” lanjutnya.
Menurut film dokumenter itu, seluruh warga desa berusaha keras untuk menjauhkan Ellie dari hutan agar dia tetap aman. Tetangga dipaksa untuk mengawasi Ellie dan mengejarnya untuk melindunginya dari bahaya.
Dikutip Daily Star, Ellie dideskripsikan sebagai “secepat atlet lari Usain Bolt” dan menghabiskan hari-harinya berlari melalui hutan. Ellie tidak tahu bagaimana berbicara dan hanya bisa berkomunikasi dengan gelombang.
Ibunya pun harus membuat tali lasso darurat untuk menangkapnya saat dia menghabiskan seluruh waktunya untuk lari dari desa. Dia mengejarnya melalui hutan dan melempar tali ke arahnya untuk menariknya lebih dekat.