Posyandu yang terletak pada daerah zona merah, zona oranye, dan zona kuning tidak dapat melakukan kegiatan hari buka Posyandu. Meski demikian, tetap melakukan fungsi penggerakan agar masyarakat melakukan kegiatan utama yaitu kesehatan ibu dan anak, gizi, imunisasi, keluarga berencana, serta peningkatan perilaku hidup sehat dan kegiatan tambahan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan secara mandiri, janji temu kunjungan rumah, atau janji temu di fasilitas pelayanan kesehatan yang harus melakukan konsultasi atau pemeriksaan langsung dengan tenaga kesehatan.
Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah melaksanakan surveilans kesehatan berbasis masyarakat di Posyandu. Hasil surveilans akan sangat membantu dalam menyusun intervensi kegiatan di masa pandemi di wilayah kerja Posyandu karena dapat menjadi data dasar dalam mengubah perilaku masyarakat yang tentu harus dikerjakan bersama dengan Satuan Tugas di wilayah desa/kecamatan/RW/RT.
Kepala Puskesmas Wanasari dr. Kristina Br Ginting mengungkapkan, kader Posyandu sangat membantu dalam menyukseskan kegiatan Posyandu di masa pandemi. Para kader mendatangi rumah sasaran yang tidak datang ke Posyandu untuk memperoleh informasi kondisi balita melalui janji temu sebelumnya.
Selain itu, keberadaan Posyandu juga bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui tiga hal, yakni peran serta masyarakat sekitar dalam persiapan dan pelaksanaan hari buka Posyandu, pemberian budidaya ikan dalam ember (budikdamber) untuk dikelola bersama, dan peningkatan peran lembaga yang ada. (CM)
(Yaomi Suhayatmi)