"Tapi tidak berarti itu tidak bisa dilakukan. Kami punya teknik tertentu sehingga bisa bisa minimalisir sampel tidak dapat dibaca," ujar Fauzi.
Dalam melakukan identifikasi, DVI gabungan melakukan Ante Mortem dan Post Mortem. Nantinya, kedua data itu akan dicocokan untuk mengonfirmasi identitas dari jasad tersebut. Saat ini, pihak keluarga terus diminta memberikan data soal Ante Mortem ke posko-posko yang didirikan.
(Sazili Mustofa)