"Ada yang makin panik paranoid, segala cara ditempuh, siapapun penghalangnya, yang membeberkan fakta akan di kriminalisasi. Komplotan pembunuh enam Laskar FPI kejang-kejang, karena beritanya masih terus viral," ucapnya.
Ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah laporan peristiwa penembakan telah diproses Mahkamah Pidana Internasional atau International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda, dia tidak menjawab lugas. Aziz hanya meminta doa saja. "Insya Allah ya. Mari kita doakan saja," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )