Tindakan pihak tentara, ujar dia, hanya akan membalikkan aspirasi rakyat Myanmar dan menjerumuskan negara itu terus ke lembah kediktatoran.
"Pemimpin-pemimpin dunia dan ASEAN harus memobilisasi suara dan mendesak untuk pembebasan segera pemimpin-pemimpin Myanmar dan mesti menegakkan negara hukum. Setelah berjuang sekian lama, rakyat Myanmar berhasil untuk memungkinkan sebuah undang-undang dan hak terkait Pemilu," katanya.
Pihak tentara di sana, ujar dia, sewajarnya mempertahankan aspirasi demokratik rakyat Myanmar, dan mengharapkan mereka untuk menghormati serta melindungi Pemilu yang telah dilakukan oleh rakyat.
(Rahman Asmardika)