JAKARTA - Belum efektifnya pembatasan kegiatan masyarakat Jawa-Bali atau PPKM, memunculkan wacana penerapan lockdown saat libur Sabtu-Minggu atau weekend.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengungkapkan, apabila hanya melakukan lockdown dua hari penyebaran Covid-19 tidak berjalan maksimal. Pasalnya, virus Corona tidak mengenal istilah libur.
"Walaupun weekend, virus Corona tidak ikutan libur. Tidak ikutan weekend," kata Dicky kepada Okezone, Jakarta, Rabu (3/2/2021).
Baca Juga: LaporCovid-19: 75,6% Nakes Belum Terima Insentif, Kini Dipotong Pemerintah?
Menurut Dicky, lockdown atau PSBB-regulasi di Indonesia- akan efektif menekan penyebaran virus corona dilakukan selama satu bulan lamanya. Hal itu berdasarkan masa inkubasi seseorang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.
Baca Juga: UNICEF Umumkan Kesepakatan Produksi Vaksin bagi Negara-negara Miskin
"Drasi waktunya tak bisa dua hari, karena untuk Lockdown atau PSBB ini harus setidaknya 1 kali masa inkubasi rata-rata di paling singkat 1 minggu, 2 mggu monggo dipilih yang mana," ucap Dicky.
"Kalau bicara masa inkubasi jangan heran banyak Lockdown efektif rata-rara 1 bulan, masa inkubasi terpanjang tercover disitu orang yang alami inkubasi panjang tidak tularkan lagi. Itu yang harus dipertimbangkan," sambung Dicky menjelaskan.
Selain itu untuk mengefektifkan PPKM, Dicky mengutarakan soal penguatan 3T (Tracing, Testing, Treatment). Kemudian, adanya komitmen dalam memberlakukan PSBB yang sebagaimana tertuang dalam regulasi.
Misalnya, dilakukannya keseriusan dalam melakukan pembatasan aktivitas. Wacana soal pembatasan kerja hadir fisik di kantor juga dinilai tak efektif. Sehingga, penerapan Work From Home (WFH) bagi seluruh karyawan akan membantu menekan penyebaran virus corona.
Kendati begitu, pembatasan kerja tetap harus mengecualikan beberapa perusahaan seperti jasa, keamanan, dan bahan pokok atau makanan.
"Harus dilakukan sesuai regulasi tidak ada kelonggaran pokoknya tak ada aktivitas apa-apa. Kecuali yang esensial rumah sakit, keamanan, ataupun yang sifatnya makanan bahan pokok," tutup Dicky.
(Sazili Mustofa)