JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan akan melibatkan personel TNI-Polri yang bisa nyuntik ketika melaksanakan program vaksinasi Covid-19 secara massal.
Hal tersebut disampaikan Budi dalam pemaparannya di Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri tahun 2021 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).
"Bapak Presiden rencananya mau segera melakukan suntikan massal dan mohon izin untuk strategi ini saya juga akan melibatkan resources dari TNI sama Polri untuk bantu nyuntik. Jadi perangnya dengan suntikan," kata Budi.
"Mohon maaf Jadi ke depan bukannya Kopassus atau apa, ini Puskes. Pusat tentara yang bisa nyuntik dulu yang maju ke depan. Itu yang vaksinasi," ucapnya.
Terkait vaksin, Budi menyebut, personel TNI-Polri menjadi salah satu pihak yang mendapatkan prioritas melakukan vaksinasi. Ratusan ribu vaksin akan dikirimkan ke TNI-Polri.
"Itu ada masing-masing mungkin bisa dapat ratusan ribu vaksin. Nanti terserah bagi-baginya seperti apa," ujar Budi.
Budi melanjutkan, pihak Kemenkes juga sangat membutuhkan peran dari TNI-Polri dalam hal deteksi terhadap penyebaran virus corona.
Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan Sudah Mencapai 72.76%
"Yang strategi ketiga, strategi deteksi. Ini juga sangat membutuhkan bantuan TNI sama Polri," ucap Budi.
Baca Juga : Jawa-Bali Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19 Tahap 2
(Erha Aprili Ramadhoni)