Indeks Kualitas Air Bersih di Indonesia Masih Kecil, Ini Penyebabnya

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Kamis 04 Maret 2021 14:43 WIB
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
Share :

Dirjen Karliansyah mengungungkapkan, kinerja IPAL komunal tersebut memiliki efisiensi penurunan beban penurunan beban pencemaran sebesar 90% (bukan penurunan bebas pencemar 90%. artinya dapat menurunkan beban pencemar BOD yang dikontribusikan ke lingkungan dari 2,9 ton BOD per tahun menjadi sekitar 0,6 ton BOD per tahun.

Hasil uji laboratorium terhadap air limbah hadil olah IPAL tersebut telah memenuhi baku mutu air limbah sesuai Peraturan Menteri LHK Nomor 68 tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Dengan demikian air limbah hasil olah dari IPAL tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman warga setempat;

Dijelaskan, pembangunan IPAL dilaksanakan dengan konsep padat karya. Seluruh pengerjaan pembangunan IPAL dilakukan oleh tenaga kerja dari warga setempat, dengan pendampingan dari KLHK, pemerintah Kota Batu, dan pemuka agama;

Adapun Acara peresmian diawali dengan penanaman pohon di hulu Sungai Brantas area konservasi mata air Desa Pesangrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati sebagai symbol pelestarian alam, peninjauan lokasi IPAL komunal dan system perpipaannya, pengguntingan pita dan tandatangan prasasti peresmian IPAL, dan diakhiri dengan laporan panitia, sambutan wakil wali kota Batu dan peresmian IPAL oleh Dirjen PPKL KLHK.

Warga antusias menyambut pembangunan IPAL komunial ini, yang ditindaklanjuti dengan memperbaiki kualitas lingkungan sekitar seperti memperbaiki jembatan serta membangun gapura. Hal ini disampaikan oleh pemangku pesantren Rakyat Kota Batu, Bapak Ulul Azmi. Beliau juga berharap adanya sinergitas antara semua pihak termasuk peran para pemuka agama.

Karliansyah menjelaskan, kegiatan pembangunan IPAL komunal untuk air limbah rumah tangga seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan dapat direplikasi di tempat lain. Ini membuktikan bahwa pengolahan air limbah rumah tangga dapat dilakukan dengan partisipasi warga, di lokasi pemukiman padat penduduk, dan pada lahan yang sangat terbatas.

"Warga setempat diharapkan mau dan mampu berinovasi memanfaatkan fasilitas umum seperti pemanfaatan area di bawah jalan pemukiman sebagai lahan untuk pembangunan IPAL komunal," jelasnya.

"Sebagai bentuk komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap pengelolaan air limbah rumah tangga khususnya di Kota Batu, tahun ini akan dilanjutkan pembangunan IPAL di 3 lokasi lain yaitu di RT 2 RW 2, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu; RT 7 RW 11, Kelurahan Sisir, Kota Batu; RT 2 RW 5, Kelurahan Temas, Kota Batu," tambahnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya