Curhat Tunarungu saat Pandemi Covid-19, Susah Baca Gerak Bibir

Taufik Budi, Jurnalis
Kamis 04 Maret 2021 21:34 WIB
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
Share :

SEMARANG – Edukasi protokol kesehatan Covid-19 belum efektif bagi penyandang difabel tunarungu di Kota Semarang Jawa Tengah. Mereka tak bisa membaca gerak bibir petugas kesehatan atau lawan bicara karena tertutup masker.

“Kawan-kawan difabel tuli mengalami kesulitan dalam berkomunikasi di saat pandemi Covid-19 karena para petugas kesehatan selalu memakai masker. Sehingga menyulitkan kawan-kawan tuli untuk membaca gerak bibir lawan bicara,” kata Ketua Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Semarang, Mahendra Teguh Priswanto, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, banyak difabel tunarungu yang belum mendapatkan informasi detail penerapan protokol kesehatan. Sebab, petugas kesehatan sangat minim yang bisa menggunakan bahasa isyarat. Sehingga para difabel ini hanya mengandalkan gerak bibir untuk berkomunikasi.

Padahal, sesuai anjuran pemerintah masyarakat diminta menerapkan 3M yakni mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, dan memakai masker, untuk mencegah penyebaran Covid-19. Di sinilah persoalan muncul karena difabel tunarungu tak bisa membaca gerak bibir karena tertutup masker.

“Misalnya terkait vaksinasi Covid-19, kawan-kawan tuli juga butuh informasi yang jelas. Tetapi sampai saat ini masih mengalami kesulitan atau hambatan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan para petugas kesehatan yang rata-rata belum bisa menggunakan isyarat,” terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya