Nazaruddin Donatur KLB Demokrat, Loyalis Moeldoko: Apa Itu Salah?

Rakhmatulloh, Jurnalis
Selasa 09 Maret 2021 20:32 WIB
Foto: Okezone
Share :

JAKARTA - Mantan pendiri yang juga pengurus Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Hencky Luntungan menjelaskan perihal sumbangan dana yang digunakan untuk KLB Demokrat, termasuk pemberian uang dari mantan Bendahara Umum PD, M Nazaruddin.

(Baca juga: Intel Polres Ancam Pengurus Demokrat, Ini Penjelasan Mabes Polri)

Dia tak mempersoalkan jika ada tudingan dari kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut dana KLB salah satunya dari Nazaruddin.

"Lha sekarang kalau siapa pun uang dengan ketulusan apa itu salah? saya tanya aja, apa itu salah? dia memberikan dengan ketulusan supaya tidak terjadi ribut-ribut. Salahkah itu, dosakah itu," ujarnya saat dihubungi, Selasa (9/3/2021).

(Baca juga: Annisa Pohan Tanya Singkatan 'Perampas Partai Orang', Netizen: Pepo Mbak!)

Oleh karena itu, Hencky meminta kubu AHY agar kembali kepada moralitas kita sebagai manusia beragama beriman dan punya intelektual yang bagus.

"Jadi jangan diputar itu sebagai sebuah opini kok Nazaruddin ada di situ. Jangankan nazaruddin, djoko tjandra pun kalau dia keluar dan mau membantu orang apakah itu salah? apakah itu tdk boleh diambil? hayo, sementara orang juga butuh makan," ujarnya.

Dia juga mengingatkan kubu AHY agar tak menjadikan politik sebagai areal bisnis. Maksudnya, kata dia, ketika ada orang memberi dengan ketulusan jangan kemudian dikaitkan dengan politik transaksional. Sehingga, Hencky berharap, pemberian Nazaruddin tak dijadikan sebagai pembangunan opini yang negatif.

"Masih bagus Nazaruddin memberikan tanpa komen. You bisa bayangkan seorang Andi Mallarangeng yang mantan narapidana itu bisa bicara atas nama partai, sekretaris majelis tinggi, ada apa sih,"bebernya.

"Ayo kita buka-bukaan aja. seorang napi baru keluar kasus Hambalang, ditarik mantan presiden ada apa? ada sesuatu yang disembunyikan? boleh kan orang bicara seperti itu, bukan menuduh, tapi boleh kan bicara seperti itu," ungkapnya.

"Ketika dia masuk (penjara) sebetulnya kan udah gak perlu lah (masuk ke Demokrat) kenapa lagi harus masuk, memalukan, dan bicara memalukan. orang tau kan dia baru keluar. Inilah pak SBY, AHY sebagai DPP Partai Demokrat yang kemarin mampu melihat ini," tandasnya.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya