JAKARTA - Kabalitbang Partai Demokrat, Tomi Satryatomo menunjukkan pemetaan perang narasi untuk mempengaruhi opini publik antara kubu Partai Demokrat dan para pelaku KLB, menggunakan big data analytics.
Dia mengungkapkan, di kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terlihat percakapan terjadi secara alamiah oleh akun-akun lembaga dan individu. Sementara pada kubu KLB ilegal, percakapan dilakukan secara masif oleh akun-akun anonim.
“Ini mengindikasikan Partai Demokrat menghadapi kekuatan di dunia maya yang memiliki sumber daya sangat besar,” ujar Tomi dalam Proklamasi Democracy Forum (PDF), di Jakarta, Selasa (9/3/2021).
Baca juga: Peserta KLB Demokrat Dijanjikan Rp100 Juta, tapi Cuma Dibayar Rp5 Juta
Sementara itu dalam forum yang sama, analis politik Syarwi Pangi Chaniago berharap pemerintah mau bertindak adil, rasional, dan bijaksana menyikapi dualisme di tubuh Demokrat.
Sebelumnya diberitakan Okezone, jagat dunia maya masih diramaikan isu politik Partai Demokrat pasca-terpilihnya Ketua Umum Moeldoko hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara. Setelahnya, pendukung kedua kubu, AHY dan Moeldoko bersaing jadi trending topic di Twitter.
Baca juga: Nazaruddin Donatur KLB Demokrat, Loyalis Moeldoko: Apa Itu Salah?
Melalui tulisan "PD Moeldoko Sah", warganet yang membela dan setuju Moeldoko menjadi pimpinan partai berlambang mercy itu beramai-ramai menuliskan bahwa KLB pada Jumat 5 Maret adalah legal dan sah. Termasuk dualisme jabatan yang dipegang Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden (KSP).
Sementara, para pembela partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY dituliskan melalui "Partai Demokrat”.
Uniknya, dari pantauan, warganet yang menuliskan "PD Moeldoko Sah" umumnya akun yang baru dibuat pada Februari 2021 atau berbarengan dengan isu kudeta Partai Demokrat. Akun-akun itu pun menuliskan secara berulang dengan melampirkan beberapa tangkapan layar media nasional tentang pemberitaan yang menguntungkan Moeldoko.
Sementara itu, bagi pembela AHY dengan tulisan "Partai Demokrat" itu rata rata dituliskan oleh akun ternama dan tidak sedikit didukung oleh tokoh.
(Qur'anul Hidayat)