Sekali merengkuh dayung, tua tiga pulau terlampui, mungkin itu yang dipikirkan Ken Arok. Sejalan dengan perjuangannya merebut hati Ken Dedes, Ia bisa sekaligus mengambil alih kekuasaan di Tumapel.
Mengetahui kesaktian Tunggul Ametung, Ken Arok tidak bisa semena-mena dalam menjalankan rencana kudetanya. Ia pun dipertemukan Bango Samparan dengan Mpu Gandring yang akan membuatkan keris sakti untuknya. Keris yang nantinya akan menjadi senjata pembunuh sekaligus sumber malapetaka bagi dirinya sendiri.
Dibutuhkan waktu satu tahun bagi Mpu Gendring, untuk dapat membuat keris sakti yang sempurna. Baru lima bulan, Ken Arok sudah tidak sabar dan akhirnya mengambil keris itu untuk melancarkan aksi kudetanya.
Alih-alih berterimakasih, Ken Arok malah menusuk Mpu Gandring dengan alibi ingin mencoba kesaktian keris itu. Menjelang ajalnya, Mpu Gandring mengeluarkan kutukan bagi Ken Arok. Ia mengatakan nantinya keris itu akan membunuh 7 raja, termasuk Ken Arok dan keturunannya.
Ken Arok tidak peduli dengan kutukan Mpu gandring, Ia tetap teguh melancarkan aksinya. Ketika Tunggul Ametung sudah tertidur di malam hari, Ken Arok menusuknya dihadapan Ken Dedes. Gadis cantik itu memilih diam setelah dibujuk oleh Ken Dedes.
Keesokan harinya, Kebo Hijo lah yang dituduh menjadi pembunuh Tunggul Ametung dan kemudian dihukum mati. Sebelum menjalankan aksinya, Ken Arok memberikan keris saktinya kepada Kebo Hijo dan kembali mengambilnya ketika Kebo Hijo sedang mabuk.
Rencana Ken Arok berjalan lancar dan sukses. Ia langsung mempersunting Ken Dedes dan menyatakan diri sebagai pemimpin baru di Tumapel. Tak ada yang menghalanginya, mimpi besar baginya kini telah menjadi kenyataan.
Momen yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba. Pada tahun 1222, para Brahmana yang sedang berselisih dengan Kertajaya (Raja Kediri) meminta perlindungan kepada dirinya. Ken Arok pun langsung memanfaatkan momen itu, untuk bisa lepas dari bayang-bayang Kerajaan Kediri.
Ken Arok pun berperang dan akhirnya berhasil menang dari Kerajaan Kediri. Mulai dari saat itu, Ken Arok secara resmi mendirikan Kerajaan Tumapel yang akrab juga disebut Kerajaan Singosari (Singhasari).
Meski Ken Arok mendapat kekuasaan dengan cara licik, nyatanya Ia tetap merupakan bukti nyata keberhasilan seorang rakyat jelata pada masa itu. Berawal dari seorang kriminal (pencuri), Ken Arok mampu menikahi seorang permaisuri dan bahkan mendirikan kerajaan sendiri.