"Ada dua rumah yang terisolasi, rumah saya dan bidan. Tapi bidan dikasih kunci gerbang depan, saya tidak. Saya pernah minta kunci sama bidannya, tapi nggak boleh. Selain lewat tembok, bisa juga lewat belakang, dari kuburan. Tapi saya takut," ujar dia.
Anna pun menceritakan saat rumahnya kebanjiran akibat luapan Kali Maharta pada Februari 2021. Pagar tembok beton di depan rumahnya pun roboh, diduga akibat tidak kuat menahan kuatnya arus kali.
"Sebelum banjir, akses jalan masih dibuka, tapi lewat gang depan. Pas banjir, jalanan banjir. Tembok beton pada roboh. Nah Ruly (ahli waris) bilang, tembok itu kita yang robohin. Padahal mana bisa kita robohin tembok beton. Baru jalan ditutup dibeton," jelasnya.
Anna dan keluarga pun tidak mengetahui penyebab ahli waris menutup akses jalan utama depan rumahnya. Saat melakukan pembetonan, adiknya sempat bertanya namun dijawab emosional.
"Tidak tahu, dia dateng marah-marah bawa golok dan mengancam mamah saya dengan golok. Sekarang mamah saya sakit, kepikiran," tutur dia.