JAKARTA - Guru Besar sekaligus Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjajaran, Kusnandi Rusmil menegaskan, bahwa pengetesan polymerase chain reaction (PCR) untuk mencari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih bisa deteksi mutasi B117.
“Jadi masih bisa terdeteksi dengan PCR sekarang,” tegas Kusnandi dalam dalam diskusi Seri Seputar Covid-19: Memahami Covid-19 dan Mutasi Virus, Sabtu (13/3/2021).
Baca juga: Eijkman: Mutasi Corona N439K Terdeteksi di Indonesia sejak November 2020
Pasalnya, beredar kabar bahwa tingkat sensitifitas PCR akan berkurang untuk mendeteksi mutasi B117 ini. Sehingga, jika seseorang dilakukan testing bisa terjadi false negatif.
Buktinya, kata Kusnandi, saat ini kasus B117 juga telah terdeteksi di Indonesia pengetesannya juga dengan PCR. Sehingga, PCR masih bisa mendeteksi mutasi B117 ini dengan baik.
Baca juga: Menkes Budi Sebut Mutasi Corona Baru B117 Lebih Menular
“Jadi mutasi B117 ini ditemukan pertama kali di Inggris. Tapi di Indonesia juga sudah diketemukan, udah ketahuan. Tapi udah sembuh tidak sakit dia. Jadi kita tidak usah terlalu takut lah gitu,” tegas Kusnandi.
Kusnandi mengatakan bahwa B117 ini awal mula di Inggris dan kemudian terdeteksi di Indonesia melalui pemeriksaan PCR.