Dalam keadaan kritis, bayi Kusno yang belum genap setahun digendong Soekeni untuk dilarikan ke rumah Denmas Mendung. Ditemani seorang tetangga, mereka menaiki dokar menembus jalanan hutan Kapur.
Sesampaiainya di sana, Soekeni menunggu di luar. Bayi Kusno di bawa masuk kepada Denmas Mendung oleh tetangganya. Orang ‘sakti’ yang asaI usulnya misterius bagi penduduk sekitar itu bersedia menolongnya.
"Namun, dia mempunyai syarat. Yakni, jika Tuhan berkehendak untuk menyembuhkannya, ia ingin mengambil bayi Kusno sebagai anak angkatnya. Selain itu, nama Kusno harus diganti karena nama tersebut terlalu berat bagi sang bayi," jelasnya.
Soekeni tidak keberatan. Hingga, singkat cerita, lewat tangan Denmas Mendung, Tuhan menyembuhkan bayi Kusno yang kala itu sudah tidak bisa apa-apa dan nyaris meninggal.
Soekeni pulang dengan hati girang bukan kepalang. Dia tak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan. Kabar gembira itu pula yang langsung disampaikannya kepada sang istri, Idayu Nyonian Rai, setiba di rumah. Idayu pun menyambut penuh syukur. Tapi, dia sangat penasaran dengan sosok Denmas Mendung itu.
(Fakhrizal Fakhri )