JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro tingkat desa dan kelurahan Jawa-Bali, dan 3 provinsi tambahan sudah memasuki minggu kelima berjalan efektif.
Satgas Penanganan Covid-19 telah melakukan pengamatan dan menganalisis persebaran zonasi risiko tingkat RT (rukun tetangga), berdasarkan pelaporan yang dikumpulkan dalam dashboard Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, pengamatan terhadap zonasi tingkat RT menjadi salah satu acuan dalam melihat risiko suatu wilayah dengan lebih cepat, akurat dan tepat sasaran.
Karena langsung mengarah kepada pusat penularan Covid-19. Perbedaannya dengan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota bersifat lebih makro dan luas.
Baca Juga: Keterisian RS Covid-19 di Bawah 60%, Satgas Sebut Dampak Positif PPKM Mikro
"Perekembangan selama 4 minggu (pengamatan) menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Jumlah zona hijau meningkat signifikan dari sebelumnya 817 RT per 14 Februari 2021, menjadi 5.772 RT per 7 Maret 2021, atau naik lebih dari 600 persen," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (16/3/2021).
Membandingkan dengan zona merah, walaupun jumlahnya kecil sejak awal, namun sempat meningkat pada minggu kedua pemantauan, dari 13 menjadi 17 RT. Pada minggu ketiga dan keempat pantauan, jumlahnya per 7 Maret dan tersisa 3 RT zona merah.
Baca Juga: Fakta PPKM Mikro di 23.000 Desa, Penyaluran Dana Naik Drastis
Hasil pengamatan secara per provinsi, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan zona hijau terbanyak berjumlah 2.139 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.156 RT dan Banten sebanyak 842 RT. Sementara dari jumlah RT yang melapor pada Satgas pusat, DI Yogyakarta menjadi terbanyak juga dengan 2.171 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.259 RT dan Banten sebanyak 952 RT.