BARRU - Kondisi kelangkaan pupuk bersubsidi masih menjadi keluhan para petani di sejumlah daerah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Barru pada musim tanam tahun ini disikapi tegas Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dengan tegas menguat stok yang disiapkan sesuai permintaan.
“Infonya selalu ada masalah pupuk dibilang kurang, langka. Tapi kalau dicek, rata-rata penggunaan baru 94 persen. Nah, tentu saja, dari delapan juta hektare, ada 100, ada satu desa, atau satu dusun yang bersoal, jangan dianggap semua dong,” ujar Mentan SYL, Minggu (21/3).
Meski demikian, Mentan yang juga mantan Gubernur Sulsel dua periode ini tetap akan mengakomodir informasi terkait adanya laporan kelangkaan pupuk tersebut dan segera ditindaklanjuti apakah benar mengalami kekurangan atau ada permainan.
Mentan menjelaskan, petani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi mesti terdaftar pada sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), kalau tidak terdaftar maka tentu tidak mendapat jatah pupuk bersubsidi.
“Kalau penerima pupuk harus terdaftar di RDKK namanya, dan itu tidak boleh tiba-tiba, harus terdaftar di desa. Bupati usulkan ke provinsi, provinsi seleksi lagi, kalau ada masuk RDKK itu tinggal kita sikapi. Untuk stok saat ini aman,” tuturnya.