Ma'ruf Amin: Angka Kematian Ibu Melahirkan Indonesia Lebih Tinggi dari Negara Tetangga

Fahreza Rizky, Jurnalis
Kamis 25 Maret 2021 15:34 WIB
Wakil Presiden, Maruf Amin (Foto: Antara)
Share :

Secara garis besar, lanjut Ma'ruf, sistem layanan kesehatan dapat dibagi menjadi dua. Pertama, adalah pemberian layanan pemberdayaan masyarakat dalam rangka upaya promotif dan preventif. Kedua, adalah pemberian layanan pengobatan atau layanan kesehatan kuratif.

Kata Ma'ruf, kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah berhasil memperluas dan mempermudah akses masyarakat untuk memperoleh layanan pengobatan yang terjangkau. Saat ini, berbagai penyakit mulai dari yang bersifat gawat darurat, infeksi, hingga penyakit kronis dan tidak menular dapat dilayani melalui JKN. Perluasan dan kemudahan akses layanan kesehatan juga memberikan gambaran yang sesungguhnya tentang kondisi kesehatan masyarakat.

"Salah satu proporsi pembiayaan tertinggi dalam JKN ialah pembiayaan Penyakit Tidak Menular (PTM) Katastropik. Data Riset Kesehatan Dasar 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan signifikan untuk prevalensi penyakit tidak menular yakni hipertensi dan diabetes melitus (DM). Prevalensi hipertensi naik dari 25.8% menjadi 34.10%, sementara prevalensi DM naik dari 6.9% menjadi 10.9%," ungkapnya.

Data BPJS Kesehatan, kata Ma'ruf, menunjukkan pada 2019 total biaya yang dikeluarkan untuk menangani PTM katastropik mencapai Rp.20,27 triliun. Selain tingginya beban penyakit tidak menular, Indonesia masih menghadapi tantangan berbagai penyakit menular.

"Indonesia merupakan negara dengan kasus tertinggi tuberkulosis ke-3 di dunia, setelah India dan China, dengan estimasi kasus sebanyak 842.000 per tahun. Kasus kumulatif HIV sendiri dilaporkan mencapai 338.363 kasus, dan kasus kumulatif AIDS sebanyak 115.601 kasus per Maret 2019. Tantangan penyakit malaria juga masih ditemui di 214 kabupaten/kota," paparnya.

"Gambaran tingginya biaya kesehatan memberikan kesadaran kepada kita bahwa keberadaan jaminan kesehatan nasional kita selama ini masih terpaku pada upaya kuratif dan rehabilitatif yang cenderung bertumpu pada rumah sakit dibandingkan dengan memberdayakan masyarakat agar hidup sehat melalui upaya promotif dan preventif," pungkas Ma'ruf.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya