Kisah Penari Striptis Jadi Agen Rahasia Jerman Pernah Hidup di Jawa

Doddy Handoko , Jurnalis
Jum'at 26 Maret 2021 06:01 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Pada bulan Januari 1917 muncul petaka, atase militer Jerman di Madrid mengirim pesan radio ke Berlin menggambarkan kegiatan mata-mata Jerman dengan kode nama H 21. Pesan itu disadap agen mata-mata Perancis. Dari informasi-informasi itu, diduga kuat H 21 adalah Mata Hari.

Telegram yang dikirim Kalle tadi ke atasannya di Berlin membongkar identitas agen H21 alias Mata Hari. Dalam surat telegram itu, Kalle membeberkan alamat rumah, rekening bank, hingga nama pembantu setianya.

Terjemahan resmi surat telegram, yang didapat dinas intelijen Prancis dapat disaksikan publik di Museum Fries, Leeuwarden, Belanda.

Pada 13 Februari 1917, Mata Hari diringkus aparat Perancis. Tuduhannya, agen ganda. Meski mengaku tidak bersalah, pembelaannya tidak digubris. Ia diadili dengan dakwaan menjadi mata-mata Jerman dan bertanggung jawab atas kematian 50.000 tentara. Dia diputus bersalah.

Pada 15 Oktober 1917, dalam usia 41 tahun, Mata Hari dieksekusi 15 algojo tembak. Sebuah peluru menembus jantungnya, satu peluru lainnya lalu ditembakkan ke telinganya, menembus batok kepala.

Tak ada keluarga yang mengklaim jasadnya. Tubuh Mata Hari berakhir di meja praktek fakultas kedokteran. Sementara, kepalanya disimpan di Museum Anatomi Paris.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya